Gawat! Tak Hanya Dikepung Asap, Sumatera Kini 'Darurat' Listrik
oleh : angeltien
Pekanbaru , Agen13 - Derita masyarakat Sumatera agaknya semakin panjang. Setelah darurat asap, kini menyambung pada 'darurat' listrik. Sejumlah waduk kering dan pembangkit rusak.
Masyarakat Sumatera kini masih berperang melawan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Dari Sumsel, Jambi, Riau, Sumut tertutup asap. Belum lagi urusan asap tertuntaskan, penderitaan bakal bertambah dengan pemadaman listrik bergilir.
Humas PLN Wilayah Riau, Nasri, kepada detikcom menjelaskan, bahwa saat ini terjadi gangguan beberapa pembangkit di Sumatera. Gangguan pembangkit itu terjadi merata di wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Berikut daftar pembangkit di Sumatera yang mengalami gangguan.
1. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Balai Pungut di Riau.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Teluk Lembu Riau.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau Power di Pekanbaru.
4. PLTMG CNG Sei Gelam Jambi
5. PLTG Batang Hari Jambi
6. PLTA Batang Agam Sumbar
7. PLTU Teluk Sirih Sumbar
"Manajemen beban (pemadaman bergilir) tidak bisa terelakkan di sistem Riau sekitar terjadi kekurangan daya 30 MW. Ini terbagi Pekanbaru kekurangan 20 MW, Dumai 8 MW, Taluk Kuantan 2 MW," kata Nasri, Kamis (10/9/2015).
Dengan kondisi gangguan pembangkit ini, lanjut Nasri, maka untuk wilayah Sumsel, Jambi, Riau, Sumbar dan Sumut tak terelakkan lagi terjadi pemadaman bergilir. Pemadaman sudah dimulai sejak 2 September.
"Kini kita juga baru mendapatkan informasi lagi kalau Pembangkit PLTA Koto Panjang Riau kondisi juga mengkhawatirkan. Ini karena waduk juga mengalami kekeringan," kata Nasri.
Nasri menjelaskan, untuk beberapa daerah dengan pembangkit isolated rata-rata masih aman. Di beberapa daerah terpaksa dilakukan manajemen beban karena gangguan dan over haul yaitu Bagan Siapiapi, Sungai Guntung dan Teluk Pinang serta Panipahan (defisit).
"Kami mengimbau pelanggan untuk menghemat pemakaian listrik terutama pada beban puncak, agar bisa meminimalisir pemadaman. Nyalakan seperlunya dan matikan selebihnya," kata Nasri.
Lantas sampai kapan pemadaman bergilir ini akan berlangsung? "Kita tidak dapat memastikannya. Tapi perkiraan kalau sudah musim penghujan bisa segera pulih. Karena saat ini air waduk PLTA menurun yang membuat daya pembangkit juga berkurang," tutup Nasri.
Masyarakat Sumatera kini masih berperang melawan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Dari Sumsel, Jambi, Riau, Sumut tertutup asap. Belum lagi urusan asap tertuntaskan, penderitaan bakal bertambah dengan pemadaman listrik bergilir.
Humas PLN Wilayah Riau, Nasri, kepada detikcom menjelaskan, bahwa saat ini terjadi gangguan beberapa pembangkit di Sumatera. Gangguan pembangkit itu terjadi merata di wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Berikut daftar pembangkit di Sumatera yang mengalami gangguan.
1. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Gas (PLTMG) di Balai Pungut di Riau.
2. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Teluk Lembu Riau.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau Power di Pekanbaru.
4. PLTMG CNG Sei Gelam Jambi
5. PLTG Batang Hari Jambi
6. PLTA Batang Agam Sumbar
7. PLTU Teluk Sirih Sumbar
"Manajemen beban (pemadaman bergilir) tidak bisa terelakkan di sistem Riau sekitar terjadi kekurangan daya 30 MW. Ini terbagi Pekanbaru kekurangan 20 MW, Dumai 8 MW, Taluk Kuantan 2 MW," kata Nasri, Kamis (10/9/2015).
Dengan kondisi gangguan pembangkit ini, lanjut Nasri, maka untuk wilayah Sumsel, Jambi, Riau, Sumbar dan Sumut tak terelakkan lagi terjadi pemadaman bergilir. Pemadaman sudah dimulai sejak 2 September.
"Kini kita juga baru mendapatkan informasi lagi kalau Pembangkit PLTA Koto Panjang Riau kondisi juga mengkhawatirkan. Ini karena waduk juga mengalami kekeringan," kata Nasri.
Nasri menjelaskan, untuk beberapa daerah dengan pembangkit isolated rata-rata masih aman. Di beberapa daerah terpaksa dilakukan manajemen beban karena gangguan dan over haul yaitu Bagan Siapiapi, Sungai Guntung dan Teluk Pinang serta Panipahan (defisit).
"Kami mengimbau pelanggan untuk menghemat pemakaian listrik terutama pada beban puncak, agar bisa meminimalisir pemadaman. Nyalakan seperlunya dan matikan selebihnya," kata Nasri.
Lantas sampai kapan pemadaman bergilir ini akan berlangsung? "Kita tidak dapat memastikannya. Tapi perkiraan kalau sudah musim penghujan bisa segera pulih. Karena saat ini air waduk PLTA menurun yang membuat daya pembangkit juga berkurang," tutup Nasri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar