Kata Sosiolog UGM Soal Kenapa Napi di Penjara Bisa Begitu Beringas?

Agen13 - Sejumlah penghuni Rutan Bengkulu terlibat kerusuhan yang berujung
kebakaran dan tewasnya lima narapidana pada Jumat (25/3) lalu.
Sebetulnya, apa yang membuat napi begitu beringas antar sesama mereka?
Sosiolog
Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto coba menjabarkan beberapa
kemungkinan yang bisa menjadi dasar selisih paham tersebut.
"Banyak
faktor yang menjadi penyebab kenapa narapidana itu membakar lapas.
Pertama bisa karena kenapa dia berada di sana, karena memang punya
prilaku tidak baik," kata Suprapto saat dihubungi detikcom, Sabtu
(27/3/2016) malam.
"Kedua, bisa karena dia sudah merasa jenuh
berada di sana. Ingin mengakhiri dan segera bisa terbebas dari kondisi
itu. Ketiga bisa karena kecewa mendapat prilku yang tidak wajar, jadi
sebuah reaksi atas perlakuan yang ada," jelasnya.
Menurut Suprapto, ada pula faktor eksternal yang bisa menyebabkan mereka berani nekat. Salah satunya sistem pembinaan di lapas. "Kalau sampai ada reaksi seperti itu (pembakaran dan kerusuhan). Itu
bisa saja karena adanya kecewa jangka panjang, terakumulasi, karena
tidak setiap orang merespon stimulus dengan tindakan rasional," ujar
Suprapto.
"Di samping faktor-faktor internal yang tadi saya
sampaikan. Selama ini sistem pembinaan di lapas harus dibuat sedemkian
rupa agar bersifat kekeluargaan," jelasnya.
Suprapto yang
pernah melakukan pembinaan di sebuah lapas di Yogya itu menuturkan,
sebaiknya ada koreksi pendekatan. Jangan sampai peraturan, penyuluhan,
atau pelatihan dilakukan secara mekanistik, dan bukan humanistik.
"Saya menyarankan bahwa harus ada koreksi pendekatan, bagaimana membuat mereka kerasan," tutur Suprapto.
"Beri
pelatihan-pelatihan yang bisa dipakai ketika mereka keluar. Buat napi
agar tidak merasa dikungkung di teralis besi. Saya dulu berhasil (ketika
jadi pembina), para napi setelah keluar mengaplikasikan apa yang mereka
pelajari," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar