Real Madrid vs AC Milan: Kesempatan Melakukan Rotasi
Agen 13 -Rafael Benitez dan Sinisa Mihajlovic memiliki target, skuatnya tak
hanya jalan-jalan ke Asia selama pramusim. Di luar itu, mereka berharap
anak asuhnya bisa menjalin komunikasi lebih bagus, sehingga terjalin
soliditas. Tentang fisik, itu akan mengikuti dengan sendirinya karena
program sesungguhnya baru akan diimplementasikan ketika kembali ke
markas.
Pelatih Real Madrid dan AC Milan
tersebut memandang, tur ke Asia menjadi rangkaian penting untuk melihat
jalinan emosional antara pemain lama dan baru. Setelah beberapa partai
pramusim, Real Madrid sudah melakoni tiga laga, sementara AC Milan empat partai, duo allenatore tersebut mulai melihat bentuk permainan yang akan diusung sepanjang musim.
Warna permainan yang diusung kedua tim bakal terlihat kala mereka
bentrok di Shanghai Stadium, Kamis (30/7) malam ini, di ajang
International Champions Cup (IIC) 2015. Partai ini menjadi penting,
karena selanjutnya Real Madrid akan terbang ke Muenchen. Sedangkan AC Milan akan berlaga di ajang Audi Cup 2015.
Walhasil, pada partai terakhir sebelum mereka berpindah benua, penampilan bagus bakal menjadi modal berharga. Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez menganggap, ketika timnya bersua AC Milan,
ia ingin melihat daya gempur anak asuhnya. Tak hanya itu, sistem rotasi
juga akan diberlakukan, meski secara umum Rafa punya sistem sendiri.
Yup, sepanjang pramusim, Rafa nyaris tak mengubah posisi empat bek. Hal ini berbeda dengan AC Milan.
Allenatore Sinisa Mihajlovic masih melakukan kombinasi berbeda.
Tercatat, saat bersua tim amatir Alcione dan Legnano, lalu Lyon serta
Inter Milan, Miha tak mematenkan posisi bek sentral, bek kiri maupun bek
tengah.
Sedangkan Rafa menganggap, rotasi hanya terjadi di area tengah. Di
barisan pertahanan, posisi bek tengah hanya berkutat pada Pepe, Raphael
Varane dan Sergio Ramos. Sementara di area bek sayap, El Real terus
mencoba Marcelo, Daniel Carvajal, Danilo, Alvaro Arbeloa, Francisco
Casilla sampai Nacho.
Menurut gelandang Luka Modric, kemampuan Rafa dalam merotasi pemain bakal menjadi kunci sepanjang musim 2015/2016.
“Bersua AC Milan
akan memberi kami banyak evaluasi sebelum kembali ke Eropa. Saya harap,
ketika menjejakkan kaki ke benua biru, semuanya sudah mendapat
gambaran. Rotasi adalah hal terbaik, dan saya senang dengan apa yang
sudah kami lakukan sepanjang pramusim,” tutur sang gelandang, di A Bola,
kemarin.Di kubu AC Milan,
Sinisa Mihajlovic terus memantau perkembangan anak asuhnya. Sistem
rotasi menjadi sangat vital, karena pemain yang dibawanya ke Asia
tergolong sudah siap tempur. Ia mengaku masih belum menemukan pasangan
serasi di bagian belakang dan tengah.
Sementara di area depan, sosok pemain baru, Luiz Adriano dan Carlos
Bacca, sepertinya tak akan tersentuh. Keduanya diprediksi bakal menjadi
pasangan tetap, dengan Jeremy Menez menjadi pelengkap pola tridente
anyar I Rossoneri.
Gelandang Nigel De Jong mengungkapkan, Miha sengaja terus melakukan rotasi, agar kemampuan para pemain bisa keluar sejajar.
“Kami terus diminta bermain, tapi dengan kecepatan penuh. Semoga kami bisa bermain bagus saat bertemu Real Madrid,” tukas De Jong.
Gelandang Nigel De Jong mengungkapkan, Miha sengaja terus melakukan rotasi, agar kemampuan para pemain bisa keluar sejajar.
“Kami terus diminta bermain, tapi dengan kecepatan penuh. Semoga kami bisa bermain bagus saat bertemu Real Madrid,” tukas De Jong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar