Ketua MPR Dukung Jaksa Agung Teruskan Hukuman Mati Pengedar Narkoba

Agen13 - Ketua MPR Zulkifli Hasan kebanjiran pertanyaan tentang narkoba dan
hukuman mati saat Safari Kebangsaan ke SMAN 1 Ciruas Kabupaten Serang,
Banten. Seorang siswi berdiri dan bertanya saat sesi tanya jawab,
terkait pemberantasan narkoba yang tak kunjung usai.
Lalu, apa jawaban Ketua MPR yang juga Ketum PAN itu?
"Tentang narkoba, seperti mati satu tumbuh seribu menggambarkan narkoba di Indonesia, akarnya dimana?" tanya siswi dengan tegas.
"Duitnya
besar, bisa masuk kemana-mana, bisa mengenai aparat," jawab Bang Zul di
depan para siswa-siswi SMAN 1 Ciruas, Rabu (4/5/2016). Kunjungan
Zulkifli ini dalam rangkaian safari kebangsaan PAN.
Zulkifli
menambahkan, kelemahan Indonesia yaitu dikarenakan daerah pengawasan
yang sangat luas, pintu-pintu masuknya narkoba ada dimana-mana. Jadi
untuk pengawasannya sendiri pun tidak mudah.
Ia mencontohkan ada
aparat yang kena, penjara kena, bahkan dalam lembaga BNN juga kena.
"Kalau nggak tegas nggak mudah. Perlawanan harus total. Semua bisa kena,
semua harus melawan," sambung Zul.
Jawaban pun dilontarkan
Zulkifli saat menjawab pertanyaaan menghadapi teman yang terkena narkoba
dari siswi lainnya. Dengan diplomatis, Zul menjawab agar tidak ada yang
menjauhi para korban narkoba karena narkoba adalah penyakit.
"Jangan
menghina siapa tahu masuk rumah kita. Karena ini penyakit. Orang kena
itu perlu dikasihani dan dibantu. Yang harus dimusuhi itu pengedarnya,"
ujar Bang Zul.
Bang Zul pun menjawab pertanyaan kecaman hukuman
mati para bandar narkoba karena melanggar HAM bagi orang luar negeri
dari salah satu siswa. Menurut dia, bangsa Indonesia mempunyai dasar
kuat tentang hal tersebut dan tidak perlu dikte dari orang bangsa lain.
"Memang
orang-orang Eropa mengecam hukuman mati karena melanggar HAM. Saya
bilang jangan diajari Indonesia tentang HAM. Islam mengatakan, jangan
kan orang, memberi minum hewan kehausan itu pahala, dan menebang pohon
tak bersalah itu dosa," jawab Zul.
Menirukan perkataan Presiden
Jokowi, Zulkifli mengatakan Indonesia memang dalam keadaan darurat
narkoba. Oleh karena itu kami hukum mati bagi gembongya.
"Setuju nggak setuju. Kami tetap mendukung Jaksa Agung untuk menghukum mati pengedarnya," ujar Zul.
Zulkifli
pun berpesan kepada para siswa bahwa Banten merupakan gerbang masuknya
narkoba dari Sumatera. "Disini hati-hati, Banten - Lampung jadi
penghubung. Tidak hanya melalui dermaga besar, yang kecil pun banyak,"
pungkas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar