Harga Minyak Mentah Dunia Turun, DPR Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM
Agen 13 Penurunan harga minyak dunia semestinya menjadi pelipur bagi masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil.
Namun sayangnya, sampai saat ini, pemerintah belum mengambil sikap
untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan melihat harga
minyak global.
Kardaya Warnika, Ketua Komisi VII DPR
RI mengatakan, pemerintah harus mendahulukan kepentingan kebutuhan
masyarakat dibandingkan memberikan kompensasi kerugian PT Pertamina.
Sebab itu, di saat harga minyak turun hingga 30% seharusnya pemerintah
menurunkan harga BBM untuk jenis solar subsidi dan premium.
Apalagi, batas waktu enam bulan untuk evaluasi harga BBM sebagaimana
yanhg dijanjikan pemrintah akan jatuh pada awal September depan. "Jadi
pemerintah akan membantu yang mana, PT Pertamina atau masyarakat," kata
dia, Kamis (27/8/2015).
Bahkan, Kardaya bilang, pihaknya telah menerima kajian bahwa harga
solar yang dijual badan usaha swasta lebih rendah dibandingkan solar
subsidi yang dipasarkan PT Pertamina. Sebagai contoh, harga solar
subsidi PT Pertamina mencapai Rp 6.900 per liter, sedangkan harga solar
non Pertamina mencapai Rp 6.400 per liter.
Begitu juga dengan premium yang seharusnya turun karena harga minyak impor di Singapura sudah turun jauh.
"Saya melihat pemerintah harus segera menurunkan harga BBM, karena
penguatan dolar tak sebanding dengan penurunan harga minyak," jelas
Kardaya.
Asal tahu saja, harga Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN
Perubahan 2015 ditetapkan sebesar US$ 60 per barel. Sementara,
berdasarkan WTI Crude Oil Bloomberg harga minyak dunia dibuka per 27
Agustus sebesar US$ 38,96 per barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar