Pemuda Pemudi Paskibraka
AKBP Hengki dan AKBP Doni, Dulu Paskibraka Kini Polisi Berprestasi

Agen13 "Banyak pengalaman menarik dan unik yang didapat para mantan Paskibraka
selama menjalani masa karantina dan pelatihan. Suka dan duka dirasakan
para mantan Paskibraka selama digodok untuk menjalani pelatihan
pengibaran Merah-Putih itu.
Seperti yang dirasakan oleh AKBP
Hengki Haryadi. Hengki merupakan salah satu Purna Paskibraka Indonesia
(PPI) tahun 1991. Kepada detikcom, Hengki berbagi cerita pengalamannya
selama menjalani pelatihan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jaktim, kala itu,
banyak hal lucu yang ia alami bersama rekan-rekan seangkatannya.
Perwira
polisi yang kini menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok itu
menuturkan saat bersama AKBP Deonijiu De Fatima atau Doni di Buperta
Cibubur, Jaktim. Saat itu, Hengki merupakan kelompok Paskibraka tim
pagi, sementara Deoni Paskibraka tim sore.
"Dulu kelompok
Paskibraka angkatan kita dibagi 2 kelompok, yaitu kelompok Usman dan
Harun kenapa dinamai Usman dan Harun, karena saat itu Danpas-nya dari
Marinir semua, itu Pak Siswoyo, sekarang sudah Brigjen, beliau di
Danlanud 7 Kupang sekarang," tutur Hengki mengenang pengalaman 24 tahun
silam itu, Selasa (25/8/2015).
Saat itu, Hengki terpilih sebagai
Komandan Kelompok 8, tim inti yang bertugas mengibarkan sang
Merah-Putih. Ia mendapatkan tugas untuk menarik dan mengibarkan bendera.
Sementara rekannya, Deoni merupakan Komandan Kelompok 17.
Selama
pelatihan, calon Paskibraka ini digodok kedisiplinan. Bangun pagi,
olahraga, hingga urusan sepatu yang harus mengkilap terus pun ditanamkan
kepada para calon pengibar bendera pusaka ini.
"Dulu kan masih
SMA kita, masih lugu-lugunya. Nah Deoni ini kan dari Timor-Timur, dia
bingung saat itu, kok sepatunya enggak mengkilap-mengkilap," ujarnya.
Hengki pun iseng-iseng mengerjai Deoni. Dia lalu menyarankan Deoni untuk
melumuri sepatunya dengan minyak bawang, sementara dia dan teman-teman
lainnya menggunakan lilin. Seketika, sepatu Deoni mengkilap, dia pun
senang.
"Begitu baris-berbaris, jebret..jebret (menirukan derap
langkah kaki), sepatu Deoni berdebu semua. Pelatih pun marah 'kok sepatu
kamu begitu', 'dikasih minyak bawang'," katanya sambil terkekeh.
Meski
dikerjai, namun Deoni tak lantas marah kepada Hengki. Mereka bahkan
menjadi teman karib sejak menjadi anggota Paskibraka. Bahkan Hengki dan
para mantan Paskibraka angkatan 91 punya grup whatsapp PPI 91 untuk
mempererat komunikasi dan pertemanan. Dan, cerita ini tentunya membuat
mereka tertawa ngakak saat ngobroll di grup.
Di balik semua
kenangan indahnya itu, Hengki menempuh jalan panjang untuk bisa masuk
menjadi anggota Paskibraka. Hengki yang merupakan siswa SMA Taruna
Nusantara Magelang saat itu, lolos mengikuti seleksi hingga tingkat
pusat.
Bicara soal kedisiplinan yang ditanamkan selama pelatihan
Paskibraka, Hengki tidak terlalu risau akan hal itu. Sebab, selama
bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, ia sudah dilatih
kedisiplinan tinggi.
"Pelajaran penting yang saya petik dari Paskibraka ini salah satunya meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air," tuturnya.
Selepas
SMA, Hengki yang sudah bercita-cita jadi polisi ini kemudian mendaftar
di AKPOL. Di AKPOL, Hengki kembali bertemu dengan Deoni. Mereka
sama-sama lulus di tahun 1996.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar