Enam Musim Berpartner, Lorenzo dan Rossi Sama Kuat
Agen 13 Rekan setim sekaligus rival. Itulah status Valentino Rossi dengan Jorge
Lorenzo. Selama enam musim berpartner, kedua pebalap ini saling
mengalahkan.
Rossi datang lebih dulu di Yamaha di tahun 2004, setelah merebut tiga gelar juara dunia di kelas primer (500cc/MotoGP) bersama Honda. Empat tahun kemudian, bergabunglah Lorenzo.
Di musim pertama mereka sebagai rekan setim (2008), Rossi unggul atas Lorenzo. Dia jadi juara dunia, Lorenzo finis di peringkat keempat.
Di musim berikutnya Rossi tetap unggul, tapi tipis. The Doctor kembali juara, Lorenzo menjadi runner-up. Yamaha tentu saja sukses besar di musim itu.
Di musim ketiga (2010), Lorenzo yang kian matang untuk pertama kalinya finis di atas Rossi. Dia bahkan tampil sebagai juara -- sedangkan Rossi peringkat ketiga. Rossi lalu pindah ke Ducati, dan membalap untuk pabrikan negaranya itu selama dua musim (2011 & 2012).
Jeblok bersama Ducati, Rossi kembali ke Yamaha di tahun 2013. Di musim itu ia kembali finis di bawah Lorenzo, yang menjadi runner-up di belakang Marc Marquez (dari Honda).
Di musim kelima mereka bersama, Rossi tampil lebih baik. Di akhir musim ia hanya kalah dari Marquez, alias finis sebagai runner-up. Lorenzo? Peringkat ketiga.
Puncak "pertemanan" sekaligus "perseteruan" kedua pebalap Yamaha itu terjadi di musim ini. Hasilnya, Lorenzo yang menang. Dalam kehebohan insiden di Sepang, si pemilik nomor 99 keluar sebagai juara, Rossi harus puas sebagai runner-up.
Kesimpulannya, Rossi tiga kali finis di atas Lorenzo, dan Lorenzo tiga kali pula finis di atas Rossi.
Jika mengacu kontrak, keduanya sama-sama masih terikat dengan Yamaha sampai 2016. Namun, belakangan ada isu Yamaha sedang mempertimbangkan untuk melepas Lorenzo. Penyebabnya, beberapa pernyataan Lorenzo terkait insiden Rossi dengan Marquez, dianggap tidak mencerminkan posisi dia sebagai seorang rekan satu tim.
Rossi datang lebih dulu di Yamaha di tahun 2004, setelah merebut tiga gelar juara dunia di kelas primer (500cc/MotoGP) bersama Honda. Empat tahun kemudian, bergabunglah Lorenzo.
Di musim pertama mereka sebagai rekan setim (2008), Rossi unggul atas Lorenzo. Dia jadi juara dunia, Lorenzo finis di peringkat keempat.
Di musim berikutnya Rossi tetap unggul, tapi tipis. The Doctor kembali juara, Lorenzo menjadi runner-up. Yamaha tentu saja sukses besar di musim itu.
Di musim ketiga (2010), Lorenzo yang kian matang untuk pertama kalinya finis di atas Rossi. Dia bahkan tampil sebagai juara -- sedangkan Rossi peringkat ketiga. Rossi lalu pindah ke Ducati, dan membalap untuk pabrikan negaranya itu selama dua musim (2011 & 2012).
Jeblok bersama Ducati, Rossi kembali ke Yamaha di tahun 2013. Di musim itu ia kembali finis di bawah Lorenzo, yang menjadi runner-up di belakang Marc Marquez (dari Honda).
Di musim kelima mereka bersama, Rossi tampil lebih baik. Di akhir musim ia hanya kalah dari Marquez, alias finis sebagai runner-up. Lorenzo? Peringkat ketiga.
Puncak "pertemanan" sekaligus "perseteruan" kedua pebalap Yamaha itu terjadi di musim ini. Hasilnya, Lorenzo yang menang. Dalam kehebohan insiden di Sepang, si pemilik nomor 99 keluar sebagai juara, Rossi harus puas sebagai runner-up.
Kesimpulannya, Rossi tiga kali finis di atas Lorenzo, dan Lorenzo tiga kali pula finis di atas Rossi.
Jika mengacu kontrak, keduanya sama-sama masih terikat dengan Yamaha sampai 2016. Namun, belakangan ada isu Yamaha sedang mempertimbangkan untuk melepas Lorenzo. Penyebabnya, beberapa pernyataan Lorenzo terkait insiden Rossi dengan Marquez, dianggap tidak mencerminkan posisi dia sebagai seorang rekan satu tim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar