Kampung ini Mendapat Julukan Kampung Trompet, ini Sebabnya

Agen13 "Bulan desember adalah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh warga kampung
yang satu ini. Pergantian tahun yang selalu identik dengan trompet
menjadi berkah tersendiri bagi warga kampung yang terkenal dengan
sebutan kampung trompet ini.
Di bulan Desember ini, pergantian
tahun selalu membawa berkah tersendiri bagi warga Dusun Bulakatu, Desa
Sumberaji, Kecamatan Sukodadi. Di kampung yang terkenal sebagai kampung
trompet ini, menjelang pergantian tahun selalu membawa kesibukan
tersendiri.
Para pengrajin musiman sibuk membuat trompet.
Apalagi, permintaan trompet dan pernak-pernik menjelang perayaan Natal
serta Tahun Baru akan dijual ke seluruh penjuru Tanah Air seiring dengan
tradisi membunyikan trompet.
Satu diantara sekian banyak
pengrajin trompet daerah tersebut adalah Adnan Khohar. Adnan mengatakan,
sebagian besar penduduk Dusun Bulakatu memang membuat trompet ketika
akan memasuki bulan Desember. Bahkan, kepala dusun Bulakatu juga membuat
trompet seperti warga lain yang ada di kampung ini.
Adnan
mengaku, untuk memenuhi permintaan trompet, Ia sampai harus
memperkerjaan kerabatnya untuk menyelesaikan pembuatan ribuan trompet.
"Awal
Desember seperti ini kami sudah melakukan pengiriman ke berbagai daerah
di Indonesia," katanya kepada wartawan, Minggu (6/12/2015).
Lebih jauh, Adnan menjelaskan, trompet-trompet tersebut tak akan dikirim
dalam bentuk 100 persen jadi tapi masih harus dirakit lagi ketika
trompet-trompet tersebut sudah tiba di tujuan. Pasalnya, aku Adnan
apabila dikirim dalam keadaan 100 persen jadi, dikhawatirkan akan
mengalami kerusakan saat berada di perjalanan.
"Kalau dirakit jadi di sini semua ngepaknya juga susah, biayanya jadi lebih tinggi. Takut rusak juga," tandasnya.
Para
pengrajin trompet musiman yang sebagian besar sebelumnya memproduksi
berbagai mainan anak-anak ini meningkatkan produksi trompet hingga
ribuan. Target pembuatan trompet sebanyak itu sudah dimulai sejak awal
November-Desember 2015.
Adnan mengaku sudah memiliki langganan.
Ia mengirimkan trompetnya ke Kalimantan, bahkan sampai mendistribusikan
ke wilayah Tarakan yang juga memesan trompet buatannya.
Trompet
yang diproduksi Adnan bervariasi. Harga satuan trompet yang dijual pun
cukup bervariasi. Trompet bentuk, ular naga, saksofon, dan kupu ini
dijual dengan harga Rp 30 ribu per buah. Sementara untuk trompet
berbentuk biasa hanya seharga Rp 10 ribu. Perbedaan harga tersebut
berdasarkan kesulitan dalam pembuatan trompet.
"Yang paling murah 10 ribu untuk jenis trompet biasa," bebernya.
Adnan
mengaku mengeluarkan modal Rp 10 juta untuk membuat ribuan trompet.
Modal itu digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diambil melalui
pengepul. Ia bisa meraup keuntungan yang lebih dari modal awal.
Pengalaman tahun sebelumnya, sambung Adnan, dengan modal Rp 10 juta, Ia
bisa meraup omset sebesar Rp 25 juta. "Omzet tahun kemarin Rp 25 juta, kita gak dapat apa-apa," ungkapnya.
Pasalnya, omset itu dipotong dengan biaya kirim dan perjalanannya menuju Kalimantan bersama dengan karyawannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar