Logo 'Dicuri' Kubu Rasiyo, Surabaya Community Tagih Permintaan Maaf

Agen13 "Coblosan Pilkada Surabaya berlangsung hari ini. Namun, ada masalah yang
masih tersisa untuk kubu Rasiyo-Lucy Kurniasari. Tim pasangan calon
nomor 1 ini dituntut untuk tetap minta maaf.
Komunitas 'Surabaya
Community'(SC) menyesalkan tim Rasiyo-Lucy yang sampai hari ini tidak
meminta maaf secara terbuka dan mengakui telah mengambil logonya tanpa
izin untuk keperluan desain atribut kampanyenya.
"Sampai rilis
ini dibuat permintaan maaf baik lisan maupun melalui media belum
dilakukan," terang Putut Wahyudi, juru bicara yang ditunjuk SC melalui
siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (9/12/2015).
Menurut
Putut, kalaupun sempat ditulis dibeberapa media online bahwa SC akan
mensomasi, melaporkan ke KPUD/Panwaslu dan menuntut pencabutan segala
macam atribut maupun surat suara yang di dalamnya terdapat logo SC, itu
baru sebatas wacana di internal kami.
"Surabaya Community tidak
ingin menghambat jalannya Pilkada Serentak yang dilaksanakan di
Surabaya, apalagi membuat kekisruhan," terang Putut.
Sikap SC
ini, kata Putut, karena komunitas yang memiliki anggota di seluruh
daerah di Indonesia ini sangat mencintai Surabaya dan wargany.
"Siapapun
yang memenangi pilkada nanti akan kami dukung untuk memimpin Kota
Surabaya 5 tahun ke depan. Kami hanya ingin menyelesaikan masalah
pencatutan logo ini dengan rasa persaudaraan, bermartabat dan elegan," katanya.
Sebenarnya,
kata Putut, sejak awal SC ingin persoalan pencatutan logo diselesaikan
secara baik-baik. "Tuntutan kami tidak berlebihan, hanya permintaan maaf
secara resmi dari tim pemenangan/timses pasangan calon nomer 1
Rasiyo-Lucy Kurniasari. Itupun telah disampaikan perwakilan dari SC
Chapter Metro Surabaya saat bertemu di posko mereka," jelasnya.
Sejak
awal mula berdiri, kata Putut, Surabaya Community tidak pernah
berafiliasi dengan partai apapun dan terlibat aktif dalam politik. Oleh
karena, Putut menekanka bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Surabaya tahun
2015, untuk tetap menjaga independensi dan netralitas sebagai organisasi
kemasyarakatan.
"Surabaya Community menyatakan tidak pernah memberikan dukungan kepada salah satu kontestan," tegasnya.
Namun
apabila ada anggota yang secara aktif mendukung sebagai tim sukses
salah satu pasangan dipersilahkan, namun Putut menegaskan dukungan itu
tidak membawa nama organisasi.
"Apabila saat ini masyarakat umum
melihat 'ikon logo' Surabaya Community menempel pada atribut-atribut
kampanye dan surat suara salah satu pasangan calon, itu adalah hasil
jiplakan yang dilakukan oleh tim sukses maupun tim kreatif dari calon
tersebut, tanpa izin dari kami," terang Putut.
Pantauan detikcom, saksi pasangan Rasiyo-Lucy di TPS-TPS mengenakan kaus
warna hijau dan di bagian depan atau belakang masing menggunakan logo
yang identik dengan logo Surabaya Community yang diketuai Piyu Padi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar